Ini loh yang namanya lampu LED by Tips Social Media

Share

Ini loh yang namanya lampu LED

“Bunda lampu kamar kita mati lagi!”

“mati lagi? Bukannya belum lama kemarin baru ayah ganti?”
Yup, obrolan saya dengan istri saya kemarin itu memang bukan yang pertama terjadi. Pasalnya
kejadian lampu bohlam putus itu memang sering banget terjadi di rumah kami. Bosan juga rasanya
bolak-balik ganti lampu.
“Lagian model lampu bohlam kita jadul banget sih bunda!”
“Jadul gimana sih Yah?”
“Kemarin Ayah baru baca kalau sekarang udah gak jamannya lagi bohlam merkuri yang biasa kita
pasang. Sekarang mah jamannya Lampu LED
Lampu LED? Apaan tuh?”
Hayo, temen-temen semua pada tahu gak apaan tuh lampu LED? Atau pada jadul juga nih, kayak si
bunda di rumah? Nih yah, dari yang saya baca, menurut para ahli bisnis pencahayaan lampu itu akan
tumbuh sekitar 7-9% selama 2010-15, dengan nilai € 80 miliar. Dan khusus kita yang di wilayah asia
nilai segitu gede diharapkan bisa diperoleh dari pertumbuhan sektor lampu berbasis LED.
Memang apa istimewanya sampai para ahli itu mendorong perkiraan pertumbuhan lampu
LED? Yuk kita tengok dari segi fungsinya dulu deh. Beda dengan lampu yang biasa kita gunakan, lampu jenis ini diklaim mampu memberikan kenyamanan di mata manusia. Karena sifat sinarnya
yang tidak menyilaukan mata karena warnanya yang putih alami. Konon katanya, dengan sifat
pencahayaan seperti itu penghuni yang terpapar cahayanya bisa mendapat efek psikologis yang
lebih menenangkan.
Terus, kenyamanan tadi juga diperoleh dari sedikitnya panas yang dikeluarkan. Sebagai
perbandingan bola lampu jadul yang biasa kita gunakan itu mengubah sekitar 8% dari listrik yang
dikonsumsinya menjadi cahaya sementara sisanya menjadi panas. Sementara untuk lampu LED,
energi yang dilepaskan menjadi cahaya bisa mencapai 25%. Hasilnya apa? Pastinya ruangan lebih
adem, karena panas yang dilepaskan lebih sedikit.
Dan bukan Cuma soal nyaman saja. Sinarnya si lampu LED ini sangat fokus jadi bisa digunakan untuk
dekorasi. Mungkin beberapa kita pernah ketempat pameran lukisan dimana ada cahaya yang jatuh
tepat ke lukisan yang sedang dipamerkan. Keren banget khan? Kesannya menambah struktur dalam
ruang area pameran itu. Lampu model begitu tuh yang dinamakan LED. Nah, bayangin kondisi yang
sama diterapkan di rumah kita. Pastinya jadi lebih keren.
“Tapi ya kalau fiturnya kayak gitu sih pastinya mahal tuh Yah” ujar istri saya khawatir.
Okay, mungkin itu juga yang ada dipikiran temen-temen semua. Tapi tahu gak, kalau lampu LED itu
diklaim bisa bertahan sampai 25 tahun, sementara lampu biasa palingan bertahan gak lebih dari
18 bulan saja? Gile bener khan perbandingannya! Dan, karena sifatnya yang sedikit melepas panas
secara otomatis lampu ini juga hemat energi. Dari yang saya baca itu biaya yang kita hemat dari penggunaan satu lampu LED selama 18 bulan, keuntungannya bisa untuk membeli satu buah lampu LED, kalau dibanding dengan penggunaan lampu bohlam biasa.
“Tapi instalasi listrik rumah kita bisa gak dipasang lampu begitu Yah?”
Ini dia menariknya. Meskipun fiturnya terkesan hi tech sekali, tapi lampu-lampu LED itu bentuk dan
perlengkapannya gak jauh beda dengan lampu bohlam merkuri biasa. Jadi untuk pemasangannya
tidak ada perubahan signifikan yang harus kita lakukan di instalasi listrik rumah kita.
Gimana, tertarik juga kah mencoba lampu jenis LED ini?
0 Comments
Tweets
Responds

Facebook

Beriklan disini

Random Post


Recent Post

Label:
Recent Posts